Sabtu, 14 Mei 2011

Relakah kita Keindahannya direnggut?




adalah suatu kepastian jika pantai yang indah seperti gambar diatas
suatu saat akan berubah
menjadi pantai yang dibawah ini.
Betapa sedihnya jika kita harus menerima kenyataan sperti itu nanti.
Berikut adalah tulisan saya tentang pantai,lingkungan pantai,pencemaran pantai, dan juga termasuk usaha untuk reklamasi pantai. Tulisan ini pernah juga saya pakai untuk melengkapi tugas salah satu mata kuliah saya di semester 6 yaitu Teknik Pemanfaatan Sumberdaya Laut.
Daripada berlama lama, cekidot!



Pantai dan Lingkungan Pantai

Pantai adalah daerah yang membatasi daratan dan lautan, daerah yang menjaga kita dari deburan gelombang (perlindungan), daerah dimana kita mulai berlayar untuk mencapai lautan (bekerja), daerah dimana kita dapat menikmati pemandangan alam yang indah (wisata), daerah dimana kita dapat mengukur betapa kecilnya kita diantara samudra ciptaan-Nya (spiritual), daerah dimana kita dapat bermain, bercengkrama, dan mempererat tali silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara (rekreasi), dan daerah berbagi kegiatan bernuansa alami (pemanfaatan).

Ada banyak sekali hal yang terdapat di lingkungan pantai. Pertama adalah sumber daya hayati meliputi mangrove, terumbu karang, pohon pantai, rumput laut, ikan, padang laun, dan sebagainya. Kedua adalah sumber daya non hayati yaitu pasir, batu, minyak, air dan lain lain. Ketiga adalah sumber daya buatan berupa prasarana dan sarana seperti pelabuhan, TPI (Tempat Pelelangan Ikan), perahu, tambak, fasilitas sosial dan budaya, permukiman, jalan, industri, dan sebagainya.

Menurut taksiran, Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km atau sekitar 14% garis pantai dunia, dengan luas perairannya mencapai 5,8 juta km2 (termasuk ZEEI). Kekayaan yang dimiliki di kawasan pesisir dan lautan adalah meliputi hutan mangrove, terumbu karang, ikan hias, rumput laut, dan perikanan

.


Pada akhir tahun 1980-an, luas hutan mangrove masih tercatat mencapai 4,25 juta ha, dengan sebaran yang terluas ditemukan di kawasan Irian Jaya/Papua (69%), Sumatera (16%), dan Kalimantan (9%). Namun di Pulau Jawa, kawasan hutan mangrove (bakau) sudah sangat terbatas, hanya tinggal tersisa di bebarapa kawasan saja. Indonesia juga memiliki wilayah terumbu karang terluas dengan bentangan dari barat ke timur sepanjang kurang lebih 17.500 km. Rumput laut juga ditemukan di banyak tempat. Rumput laut biasanya berguna bagi berbagai kepentingan, seperti makanan ternak serta bahan baku industri. Sedangkan perikanan laut Indonesia, kaya akan jenis-jenis ikan ekonomi penting, seperti tuna, cakalang, ikan karang, pelagik kecil, dan udang. Namun sayangnya berbagai potensi kawasan pesisir dan lautan ini telah mendapat berbagai tekanan berat dari tindakan manusia yang tidak bijaksana, sehingga telah menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan.

Kerusakan Pantai dan Lingkungan Pantai

Bukan merupakan rahasia lagi bahwa hutan mangrove di berbagai kawasan banyak terganggu. Misalnya, penduduk lokal telah lama menggunakan berbagai pohon bakau untuk kayu bakar, bahan bangunan, tonggak-tonggak bagan, tempat memasang jaring ikan, bahan arang dan lain sebagainya. Hutan mangrove juga telah dibuka secara besar-besaran untuk dijadikan daerah pemukiman, perkebunan, bercocok tanam dan pertambakan udang. Selain itu, pengambilan kayu-kayu mangrove berfungsi sebagai bahan bakar pabrik minyak kelapa, pabrik arang, dan bahan bubur kayu (pulp). Penebangan hutan mangrove dapat membawa dampak negatif, misalnya keanekaragaman jenis fauna di hutan tersebut berkurang secara drastis, sementara habitat satwa liar, seperti jenis-jenis burung dan mamalia terganggu berat. Dampak lain adalah hilangnya tempat bertelur dan berlindung jenis-jenis kepiting, ikan dan udang sehingga banyak nelayan mengeluh karena makin sedikitnya hasil tangkapan mereka. Pengikisan pantai pun makin menjadi, akibatnya air asin dari laut merembes ke daratan. Maka daerah pertanian dan pemukiman jadi terganggu. Belum lagi akibat jangka panjang dan dari segi ilmu pengetahuan, sangatlah sukar untuk dapat dinilai kerugian yang terjadi akibat kerusakan atau punahnya hutan mangrove tersebut.

Gangguan lainnya pada ekosistem pesisir dan laut adalah penggunaan bahan peledak dan racun sianida untuk menangkap ikan serta pengambilan terumbu karang. Hal tersebut menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan terhadap jenis-jenis terumbu karang dan ikan hias.

Gangguan terhadap perikanan laut, antara lain terjadi karena adanya eksplotasi jenis-jenis ikan dan udang yang melampui nilai keberlanjutannya dan diperberat dengan makin maraknya pencurian yang dilakukan oleh para nelayan asing, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Filipina. Hal ini semua telah menyebabkan penangkan ikan secara berlebihan (overfishing) yang mengganggu ekosistem lautan. Untuk jangka panjang, hal ini sangat membahayakan, karena keberlanjutan usaha perikanan nelayan dan industri perikanan di Indonesia tidak dapat dijamin.

Kerusakan yang dialami lingkungan pantai tidak cuma hal tersebut di atas saja. Abrasi atau pengikisan pantai yang terjadi secara alami oleh gelombang juga merusak lingkungan pantai. Usaha reklamasi pantai yang sembarangan dan tanpa rencana oleh manusia ikut memperparah kerusakan yang telah ada. Belum lagi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah rumah tangga atau limbah pabrik yang masuk ke pantai baik melalui sungai ataupun lainnya. Pencemaran makin parah ketika ada kapal tanker atau bangunan oil rig/offshore yang bocor dan menumpahkan minyak ke laut hingga terbawa ke pantai.

Berdasarkan hasil analisis (Diposaptone 2001) diperoleh gambaran lima penyebab utama kerusakan pantai di Indonesia yang ditimbulkan akibat kegiatan manusia sebagai berikut

1. Terperangkapnya angkutan sedimen sejajar pantai akibat adanya bangunan tekak lurus garis pantai seperti : groin, jetty, breakwater, pelabuhan, dan lain-lain,

2. Erosi pantai karena terjadinya arus pusaran akibat adanya bangunan seawall,

3. Berkurangnya suplai sedimen dari sungai akibat dibangunnya DAM di daerah hulu sungai dan sudetan atau pemindahan muara sungai,

4. Penambangan karang dan pasir pantai,

5. Penggundulan hutan mangrove.

Menanggulangi Kerusakan yang Telah Terjadi

Hal tersebut jika dibiarkan terus berlanjut maka akan menjadi suatu keniscayaan jika suatu saat alam akan terganggu keseimbangannya. Jika keseimbangan alam terganggu dan melewati batas toleransi maka suatu saat kita tinggal menanti kehancuran pula terhadap peradaban manusia yang memang selalu disokong oleh alam. Tanpa alam yang baik manusi beserta ketinggian peradabannya dibanding makhluk lain bukanlah apa-apa. Hal yang paling baik dilakukan untuk menanggulangi kerusakan tersebut adalah dengan meninggalkan pola pendekatan penangan lama yang cenderung ke fisik, yaitu dengan pendekatan lunak antara lain melalui : peremajaan pantai, rehabilitasi mangrove, rehabilitasi koral, terumbu karang buatan (artificial reefs). Mencegahnya adalah dengan mengelola kawasan pantai secara terpadu : menjaga, melestarikan, memelihara, dan memanfaatkannya secara berkelanjutan. Semua itu harus dilakukan oleh setiap komponen masyarakat seperti aparat pemerintah dan penegak hukum, pendidik dan peserta didik, swasta, ulama dan tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri.

Hasil yang Diharapkan Dapat Dicapai

Apabila bom, racun, dan penambangan karang dapat dihentikan, maka terumbu karang akan tetap terjaga dan memberi manfaat besar terutama sebagai penyedia sumber penghidupan kita (ikan dan biota lainnya) dan perlindungan pantai. Bilamana hutan tidak gundul maka bahawa banjir dan ongsor dapat terminimalisir, sumber air lebih banyak tersedia, suplai air tawar bagi tanaman pantai (syarat hidupnya mangrove) terpenuhi, keanekaragam hayati yang terdapat di dalamnya terjaga 9phon, binatang,dsb). Bilamana mangrove tidak ditebang sembarangan, maka pantai tetap terlindungi, daerah pemijahan bagi ikan dan udang terjaga, dan pantai tetap remaja. Bilamana pasir tidak ditambang, maka ancaman abrasi berkurang, dan pantai tetap terjaga. Singkat cerita apabila kita menjaga kelestarian lingkungan pantai dan lingkungan secara umum maka keseimbangan alam dapat terjaga dan manfaat besarnya adalah bahwa keberlangsungan hidup dan peradaban manusia juga dapat terjaga tetap berkelanjutan sampai anak cucu nanti.

Referensi

Dahuri, R. dkk, 1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Handoko, Putut, 2007. Mediasi Konflik Penanganan Kerusakan Pantai (Studi Kasus Penanganan Abrasi Pantai Kuta Bali). Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Wahyudin,Yudi, 2003. Mencegah Kerusakan Pantai, Melestarikan Keanekaragaman Hayati.Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan - Institut Pertanian Bogor, Bogor

Jumat, 13 Mei 2011

Tulisanku kemana?

Ada suatu paristiwa ghoib yang menimpa blogku. Tulisan yang baru kubuat semalam tiba-tiba ilang hari ini. Apa yang terjadi? Tadi siang katanya blogspot tidak bisa diakses karna lagi maintenance. Apa ada hubungannya sama paristiwa itu ya?

Rabu, 11 Mei 2011

Ekskursi ke PT Caputra MS, Shipyard and Shipbuilding


Ekskursi ini adalah salah satu kegiatan di jurusan saya untuk mengenal lebih dekat dunia industri kapal. Pejalanan ini berlangsung pada tanggal 2 Mei 2011. Ketua pelaksananya waktu itu adalah teman saya Helmi Dandang. Dia adalah teman sejurusan saya di Perkapalan FTUI. Destinasi dari ekskursi kali ini adalah PT Caputra Mitra Sejati. Perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang shipyard dan shipbuilding. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami patungan seangkatan untuk menyewa sebuah bis, perjalanan ini memakan waktu kira-kira 3 jam dimulai dari Kampus FTUI Depok.

Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1971 sebagai sebuah general contractor company dan memulai bisnisnya dengan layanan rekayasa mekanikal dan elektrikal. Mereka memiliki kantor pusat di Jl. KH. Hasyim Ashari No. 2 Jakarta 10130 dan pabrik di Perbatasan Desa Mangun Reja Ds Salira Cilegon. Misi perusahan ini adalah : "PT. CAPUTRA MITRA SEJATI become the leading company in national scale shipbuilding and docking and able to compete in domestic and regional markets". Jika ditelusuri dengan seksama, perusahaan ini adalah perusahaan yang cukup lengkap fasilitasnya. Mereka memiliki slipway, transfer car, main shade or workshop, parking area, office, ware house, fabrication workshop,Shot Blasting Area and Steel Treatmen, Bending Machine, dan Plasma Cutting. Jika di lihat dari usia berdirinya, perusahaan ini cukup mapan dan prospektif untuk berkembang lebih maju lagi dan bersaing dengan perusahaan shipyard dan docking kelas dunia nantinya. Setalah memperoleh sertifikasi ISO, perusahaan ini dapat diproyeksikan untuk terus melangkah maju kedepan. Ini adalah bukti kesadaran insinyur Indonesia tentang arti pentingnya sebuah standardisasi dalam sebuah industri.

Kegiatan ini dipandu oleh dosen Sistem dan Perlengkapan kami yaitu Bapak Mukti Wibowo. Bersamba rombongan juga ikut dosen DTM FTUI yang lain seperti Bapak Ir.Albert Marcus Talahatu M.T, dosen andalan teori bangunan kapal, dan ahli heat transfer Prof.Dr.Ir. Raldi Artono Koestoer DEA yang sekarang jadi dosen saya di mata kuliah Etika Enjinering.

Berikut adalah beberapa foto yang sempat kami ambil ketika melaksanakan ekskursi:



Bukti sertifikasi ISO PT Caputra MS Shipyard and Shipbuilding



Didepan Haluan Kapal Ocean Seacher, dulunya kapal ini adalah jenis trawler. Namun sekarang diubah menjadi kapal penelitian yang meneliti keadaan geografis, seismik, cuaca, dan keadaan perairan oleh juragannya yang baru. Didalamnya sudah menggunakan teknologi yang mutakhir. Bahkan ketika berlayar pun tidak perlu lagi harus selalu memegang roda kemudi, cukup dengan mengaktifkan cp-pilotnya dengan satu tombol saja.




Bersama wanita tangguh yang menemani kami 3 tahun terakhir ini. Mereka adalah cewek minoritas di Departemen Teknik Mesin FTUI, tapi semangatnya untuk menuntut ilmu tidak kalah dengan kami para lelaki.


Hudi-Saya-Aji
Di Wheel house Kapal Ocean Searcher

Saya dan Sanlaruska Fathernas.
Dia sering disebut bapak nasional oleh teman-teman jurusan karena namanya itu. Keren bro!!!!
Doi juga adalah Ketua angkatan Maba Departemen Teknik Mesin FTUI 2008


Dibelakang rudder sebuah tongkang. Tapi sebenarnya ini bukanlah rudder beneran seperti yang dimiliki kapal lain pada umumnya. Rudder ini hanya berfungsi untuk membuat gerakan tongkang menjadi lurus dan tidak belok kemana-mana


Sok narjis... eh narsis.Hehehe.
Ini adalah diantara twin propeller kapal yang sedang docking. Dari bentuknya, kapal ini adalah tug boat yang tugas utamanya membantu kapal-kapal besar merapat di pelabuhan.

Captain Rifky Ferdiansyah. hahahaha.
gaklah, ane kan calon insinyur, bukan pelaut. lagian ini kapal udh diotomatisasi semua. Jadi buat mengemudikannya cukup dengan sebuah konsol game. Selanjutnya tinggal aktifin co-pilotnya. Selesai deh. Jadi kapal macam ini tidak perlu banyak ABK. Malahan kapal yang sedang saya naiki ini tidak punya ABK. Yang bertugas disana hanyalah seorang Kapten, Chief Engineer, dan beberapa orang perwira.

Foto terakhir didepan sebuah tongkang yang sedang docking. Juga Ikut diantara kami beberapa karyawan PT Caputra MS dan Dosen Pembimbing.













Minggu, 24 April 2011

Kejayaan Maritim Indonesia

by: Laksamana TNI Sumardjono

Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra....

Penggalan syair lagu itu mengingatkan kebesaran nusantara di masa lalu yang kini hilang. Namun, "Betulkah nenek moyang kita pelaut? Betulkah kita ini bangsa bahari? Betulkah karakter bangsa kita berwawasan maritim?"

Sebagai bangsa bahari, negeri ini seharusnya mempunyai visi kelautan, direfleksikan dalam pembangunan berwawasan bahari, termasuk menguatkan armada laut (niaga dan militer).

Zaman keemasan

Menengok masa keemasan nusantara, sejak abad ke-9 Masehi, bangsa Indonesia telah berlayar jauh menggunakan kapal bercadik. Mereka ke utara mengarungi lautan, ke barat memotong Lautan Hindia hingga Madagaskar, ke timur hingga Pulau Paskah. Dengan kian ramainya arus perdagangan melalui laut, mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar.

Kerajaan maritim terbesar di nusantara diawali Kerajaan Sriwijaya (tahun 683-1030 M). Petualang Tiongkok, I Tsing, mencatat, Shih Li Fo Shih (Sriwijaya) adalah kerajaan besar yang mempunyai benteng di Kotaraja, armada lautnya amat kuat. Guna memperkuat armada dalam mengamankan lalu lintas perdagangan melalui laut, Sriwijaya memanfaatkan sumber daya manusia yang tersebar di seluruh wilayah kekuasaannya, yang kini disebut "kekuatan pengganda".

Runtuhnya Sriwijaya disusul naiknya Kerajaan Majapahit (1293-1478 M) yang semula agraris. Majapahit lalu berkembang menjadi kerajaan maritim setelah Gajah Mada menjadi mahapatih. Dengan Sumpah Palapa, Gajah Mada bercita-cita menyatukan nusantara dan diangkatlah Laksamana Nala sebagai Jaladimantri yang bertugas memimpin kekuatan laut Kerajaan Majapahit. Dengan armada laut yang kuat, kekuasaan Majapahit amat luas hingga keluar nusantara.

Kejatuhan Majapahit diikuti munculnya Kerajaan Demak. Kebesaran Kerajaan Demak jarang diberitakan. Kekuatan maritim Kerajaan Demak dibuktikan dengan mengirim armada laut sebanyak 100 buah kapal dengan 10.000 prajurit menyerang Portugis di Malaka. Pemimpin armada itu adalah Pati Unus yang bergelar Pangeran Sabrang Lor. Meski berteknologi sederhana, Demak mampu mengerahkan pasukan dan perbekalan dari utara Pulau Jawa menuju semenanjung Malaka.

Sejarah itu menggambarkan kehebatan armada niaga, keandalan manajemen transportasi laut, dan armada militer yang mumpuni dari beberapa kerajaan di nusantara yang mampu menyatukan wilayah luas dan disegani bangsa lain. Dengan armada niaga yang besar, kerajaan bersosialisasi dan membawa hasil alam sebagai komoditas perdagangan ke negeri lain. Dan untuk menjaga keamanan, kerajaan memiliki armada laut yang kuat.

Sayang, beberapa kerajaan besar itu jatuh bukan karena serangan lawan, tetapi karena "perang saudara". Kondisi itu dimanfaatkan kekuatan asing untuk menguasai wilayah ini. Dengan mempelajari kondisi kerajaan dan kultur penguasa di nusantara, kekuatan asing mampu menduduki negeri ini dengan menjauhkan penghidupan masyarakat dari laut. Masyarakat digiring untuk kembali menjadi petani. Lama-kelaman armada laut kerajaan menjadi kecil. Kesempatan ini dimanfaatkan kekuatan asing, seperti Portugis, Inggris, dan VOC, untuk ganti menguasai laut nusantara. Dengan terdesaknya raja-raja ke pedalaman dan dikuasainya berbagai pelabuhan oleh asing, sejak saat itu paradigma maritim kita diubah penjajah, menjadi bangsa agraris.

Bangsa pelaut

Sejarah menyakitkan itu dibaca para pejuang kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, ketika bangsa ini baru mulai hidup di alam kemerdekaan, para pemimpin kita sadar atas kondisi geografis dan kejayaan masa lampau sebagai bangsa bahari.

Saat membuka Institut Angkatan Laut (IAL) tahun 1953 di Surabaya, Presiden Soekarno berpesan, ".usahakan penyempurnaan keadaan kita ini dengan menggunakan kesempatan yang diberikan oleh kemerdekaan. Usahakan agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya..., bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos di kapal... bukan! tetapi bangsa pelaut dalam arti cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri ".

Hal ini dibuktikan Soekarno. Tahun 1960-an kekuatan Angkatan Laut Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara dengan komposisi 234 kapal perang terdiri dari sebuah kapal penjelajah (cruiser), 12 kapal selam, 7 kapal perusak (destroyer), 7 fregat, dan beberapa jenis kapal perang lain. Dalam usia kemerdekaan yang masih muda, para pemimpin telah memfokuskan kekuatan militer berdasarkan konstelasi geografis. Dengan kekuatan militer, bangsa ini mampu mengusir Belanda yang saat itu masih mempertahankan Irian Barat.

Mengapa Belanda meninggalkan Irian Barat tanpa pertempuran? Terlepas dari upaya diplomasi politik saat itu, jawaban kuatnya adalah kuat dan solidnya TNI, terutama kekuatan lautnya. Besarnya armada laut dengan persenjataan canggih saat itu, mampu mengangkut pasukan dalam jumlah besar, siap melaksanakan pertempuran laut. Maka, saat itu, Indonesia memiliki posisi tawar yang tinggi.

Seiring perjalanan waktu dan akibat kondisi ekonomi yang berbeda serta perhatian pada maritim berkurang membuat kekuatan laut kita mencapai antiklimaks. Peralatan alutsista rontok, menjadi besi tua. Armada niaga kita pun bernasib sama. Meski tak laik, dipaksa melaut sehingga kadang terjadi kecelakaan.

Menuju AL yang kuat

Kini keadaan relatif membaik. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, terutama Pasal 3 Ayat (2) menyatakan, pertahanan negara disusun dengan memerhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Artinya, pemimpin Indonesia menyadari, laut berikut segala aktivitas di dalamnya dapat menjadi tumpuan masa depan bangsa. Bagi TNI AL, ini merupakan tantangan, menjaga keamanan perairan dari gangguan ataupun ancaman kedaulatan. Untuk itu, dibutuhkan Angkatan Laut yang kuat dan upaya menuju ke arah itu telah dimulai.

Saat ini telah dibeli empat korvet kelas Sigma dari Belanda, sebuah kapal sudah tiba di Tanah Air, KRI Diponegoro-365, sisanya masih diselesaikan. Dari Korea juga telah datang dua kapal LPD, disusul segera dua lainnya yang masih dibangun. Meski anggaran menjadi kendala, dengan perencanaan yang baik mudah-mudahan kapal-kapal lain akan menyusul memperkuat kekuatan penjaga laut kita. Kita berharap perhatian dalam aspek maritim tidak hanya tertumpu pada pembangunan kekuatan angkatan laut, tetapi mampu mengembalikan Indonesia sebagai negara bahari.

Bangsa yang memiliki karakter bahari tidak harus diartikan bangsa yang sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan, tetapi bangsa yang menyadari kehidupan masa depannya bergantung pada lautan. Intinya, selalu menoleh, menggali, dan memanfaatkan laut sebagai tulang punggung bangsa dan negara.

Laksamana Sumardjono Kepala Staf TNI Angkatan Laut

Kamis, 03 Maret 2011

A trip to Etinjing

Sebenarnya cerita ini adalah sebuah tugas yang diberikan oleh dosen saya pada mata kuliah Etika Enjinering. Beliau adalah Prof Raldi Koestoer, seorang dosen di Departemen Teknik Mesin UI. Beliau sudah cukup berumur namun semangatnya jangan ditanya,tidak kalah dengan anak muda sekalipun. Beliau masih sering menjadi pembicara di berbagai institusi, punya sebuah perusahaan yang memproduksi alat – alat kesehata, masih bisa memdesign sepeda lipat sendiri, dan yang paling beliau banggakan adalah beliau masih sering main musik bersama The Professor Band(band yang pemainnya adalah guru-guru besar UI semua).

Menurut beliau, perjalanan ini nanti akan membentuk karakter kami para calon insinyur kelak dimasa depan. Agar kami lebih peduli dengan kaum marginal. Bukan Cuma bekoar –koar di seminar-seminar,buku,artikel, atau omong kosong belaka. Kalian adalah mahasiswa teknik. Teknik itu konkret! Mampu berkontribusi melalui tindakan nyata.(sebenarnya saya pikir kata-kata ini justru sangat sombong, seolah menepikan disiplin ilmu yang lain yang juga mampu berkontribusi dibidangnya masing-masing,IMHO loh ya!hehe)

Coba deh kita perhatikan apa yang akan kita alami sebagai seorang mahasiswa,khususnya UI. Kita sebenarnya bisa saja dengan semangat 45 belajar di kampus,dan mendapatkan IPK yang tinggi dikemudian hari. Dan dengan senang hati pula kita akan diterima oleh berbagai perusahaan.Jangankan nasional, perusahaan luat negeri pun mau merekrut kita. Kalau gajinya jangan ditanya. Pasti akan terus meninggkan seiring dengan perjalanan karir kita. Namun kita akan secara tidak langsung menjadi manusia individualis dengan orientasi tujuan yang sempit. Apa artinya hidup kita jika tujuannya hanyalah untuk sukses diri sendiri dan berkeluarga sampai akhirnya menafkahi keluarga kita dengan baik. Itu hampir sama saja dengan binatang yang memang tujuan hidupnya untuk mencari makan dan beranak pinak. Hidup untuk diri sendiri.

Akan jauh lebih mulia jika mulai sekarang kita berusaha untuk memupuk rasa kepedulian sosial dan nasionalisme kita. Tidak usah yang muluk-muluk. Tidak harus turun kejalan. Tidak harus ikutan demonstrasi. Cukup dengan mengunjungi kaum-kaum terpinggirkan.Dengarkan keluhan mereka dan rasakan pahitnya hidup yang mereka alami. Jangan lupa bantu semampu kita. Ini adalah contoh kecil bagaimana kita memulai memupuk rasa kepedulian terhadap sesama. Agar hidup nantinya lebih bermakna. Nah dari pada berpanjang lebar,lebih baik kita mulai saja perjalanan suci ini.Hehehe.Bukan bermaksud pamer loh ya! Malahan ini sebenarnya tugas yang diminta dosen. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan menular semangat kepada yang lain juga.

Sebelum melakukan perjalanan tugas ini, kami kelompok 10 berdiskusi dulu untuk menentukan siapa akan bekerja sama dengan siapa sebab kami hanya diperbolehkan untuk melakukan kunjungan berdua atau bertiga saja sedangkan anggota kelompok ada 5 orang. Akhirnya saya berkongsi dengan Nofri,Metal 2008. Sempat pusing untuk menyocokkan jadwal tapi akhirnya kita bisa berangkat di hari Minggu tanggal 27 Februari 2011,sehari sebelum tugas dikumpulkan. Tak apalah,yang penting tugas selesai.

Saya dan Nofri janjian di halte Gerbatama UI pada pukul 10.00. Rencananya dari halte itu kami akan meneruskan perjalanan ke tempat target yaitu satasiun pasar minggu. Karena hujan yang tiba-tiba datang dengan deras, terpaksa saya dan Nofri harus mengundur perjalanan. Kira-kira 45 menit berikutnya hujan pun reda.Hore.Kami bisa memulai perjalanan. Setalah saya sms Nofri ternyata dia lagi siap-siap minjem kamera temannya.Awalnya kita berniat pakai kamera saya saja, tetapi kamera itu terlanjur dibawa teman kontrakan saya untuk mendokumentasikan perjalanannya lomba marketing plan ke salah satu perguruan tinggi di kota Bandung. Untunglah Nofri bisa mendapatkan pinjaman kamera. Sebenarnya bukan kamera sih, tapi HP yang ada kameranya dengan resolusi yang lumayan tinggi.Kalau tidak salah itu adalah Sony Ericson yang sudah menggunakan operating system Android.

Perjalanan kami benar-benar dimulai ketika sebuah bus Metromini jurusan Depok-Pasar Minggu lewat. Tanpa berpikir panjang, Nofri langsung menyetop bus itu. Kami pun naik. Tak ada cerita istimewa di dalam bus itu. Yang ada hanyalah musisi jalanan yang bernyanyi sebuah lagu band indonesia yang tidak saya kenal. Menu lainnya adalah macet yang bikin gerah. Tapi saya sudah maklum, jalanan itu memang sering mampet karena ada pertigaan arah Cinere dan banyak angkot yang suka ngetem ikut memperparah keadaan. Tuk Tidak ada jalan lain selain bersabar. Pasti tuhan menghargai kesabaran kami tadi. Amin.

Setelah 30 menit didalam bis kota, sampailah kami ditujuan yaitu Pasr Minggu. Bus itu berhenti di depan Ramayana pasar Minggu. Baguslah sekalian kami bisa belanja oleh-oleh untuk diberikan ke nara sumber. Sepertinya belanja di ramayana adalah pilihan tepat. Tempatnya da di depan mata dan harganya pun biasanya cukup murah. Tanpa berlama – lama saya dan Nofri membeli sembako. Agang bingung memang tapi untunglah saya mulai terbiasa dengan belanja barang seperti itu sejak hidup ngekos dan jauh dari orang tua. Beberapa barang yang kami beli adalah gula,kopi,teh,mie instan,ikan sarden,gula,dan lain-lain. Setelah merasa barang belanjaan cukup kamipun pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran.

Pejalanannpun dilanjutkan. Kami keluar dari gedung pertokoan itu dan menyeberangi jalan lewat jembatan penyebrangan Pasar Minggu. Ada beberapa orang yang tiduran di jembatan itu dan meminta – minta. Agak mengenaskan memang keadaan mereka. Tapi serba sulit juga bagi saya. Memberi mereka sedekah atau tidak. Kan ada undang – undang dari Pemkot DKI yang melarang memberi pengemis dan orang jalanan uang. Pilihan sulit. Tapi yang pasti naluri kemanusiaan kita tidak bisa dibohongi.

Sebenarnya ada banyak pilihan rumah kaum marginal yang dapat kami kunjungi di didaerah itu. Tapi ternyata teman saya Nofri sudah lapar. Jadi kita makan siang dulu di sebuah warteg di pinggir jalan. Ternyata itu warteg masakannya enak juga.Sepertinya lebih enak dari warteg Shinta yang ada di Kutek.hahaha.

Setalah makan yang cukup dan kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan. Arah yang kami pilih adalah menyusuri rel kereta kearah selatan dibagian kiri. Ada banyak pemandangan menarik disana. Beberapa rumah yang tidak layak huni dibangun tidak beraturan. Bahkan ada rumah yang ukurannnya sekedar panjang tubuh manusia saja. Didalamnya hanya bisa dijadikan tempat tidur satu orang saja dan menyimpan sedikit perkakas. Tapi tentu saja keadaannya sangat tidak nyaman. Anehnya ada beberapa rumah yang sedikit agak besar namun memiliki garasi dan diisi oleh sebuah mobil. Ada yang mobilnya avanza,kijang,bahkan terrano.Sepertinya yang memiliki mobil ini adalah bos-bos dari pemulung –pemulung tersebut.

Tidak lama setelah itu, kami memilih untuk mengunjungi salah satu rumah pemulung. Sebuah rumah yang berdempet dengan dua rumah lainnya tapi memiliki satu pekarangan kecil bersama. Satu rumah kira2 memiliki ukuran 2x2 meter dan dihuni oleh satu atau dua orang. Tidak ada kamar mandi atau pun fasilitas untuk MCK di sana. Adanya hanyalah dapur kecil yang terletak didepan rumah itu dengan peralatan seadanya. Dia yang tinggal disana adalah Bapak Agus. Seorang pria berumur sekitar 55 tahun yang terlihat agak kumuh dan dekil.

Dari hasil wawancara kami dengan bapak Agus, dia mengaku sudah memiliki keluarga yang menetap di Bekasi, terpisah darinya. Ada seorang istri dan tiga orang anak berumur 25,23,dan 16 tahun. Duang orang anaknya yang tertua sudah tidak lagi sekolah. Mereka sudah bekerja tapi pak Agus tidak menyebutkan apa pekerjaan mereka. Anak bungsunya masih sekolah di bangku SMA kelas 1 dan hidup bersama ibunya.

Jika ditanya mengapa dia pindah hidup di Pasar Minggu, jawabannya adalah untuk mencari nafkah sebagai pemulung. Dari hasil penelusuran kami, bapak ini ternyata berpendidikan sangat rendah, SD saja tidak lulus. Menurut perkiraan kami dia juga tidak memiliki keterampilan khusus yang dapat membantu hidupnya. Pemulung seperti satu-satunya pelihan dia untuk dapat bertahan hidup. Berbekal rumah yang katanya disediakan oleh bos pemulung, akhirnya dia hanya bisa menikmati hidup susahnya mencari barang-barang bekas yang masih bisa dipingit untuk nantinya dijual dan dikumpul ke bosnya. Rata-rata penghasilan pak Agus sehari adalah 30 ribu rupiah. Dari duit segitulah dia harus berhemat memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Harapan pak Agus adalah agar pemerintah lebih memperhatikan rakyat kecil dan kaum marginal seperti mereka. Dia berharap agar nanti suatu saat ada perubahan dan ada pekerjaan yang lebih layak baginya dan dapat menghidupi keluarganya dengan lebih sejahtera.

Setelah merasa cukup dengan hasil wawancara tersebut,saya dan nofri meminta pak Nofri dan tetangganya berfoto bersama. Tak lupa kami memberi sedikit sembako dengan harapan dapat meringankan beban hidup pak Agus.Mudah-mudahan kunjungan kami ini dapat menyenangkan hati mereka dan menjadi pelajaran berharga yang tak terlupakan ketika kami menjadi orang besar kelak.Amin

Saya dan nofri akhirnya minta ijin pulang kepada pak Agus. Perjalannan kembali balik ke Depok kami lanjutkan dengan naik sebuah bis kota. Seperti di awal,seperti di akhir. Selalu ada pengamen jalanan yang menemani. Dan saya pun kembali dalam posisi sulit, memberi atau tidak. Sekian.


Selasa, 01 Maret 2011

Mechanical Fair

mau bantuin publikasi acara ikatan mahasiswa jurusan gw ni.
silahkan dinikmati.hehehe


Ikatan Mahasiswa Mesin FTUI Proudly Presents :
Mechanical Fair "Menuju Indonesia Mandiri" 3-4 Maret

*Seminar

Hari Pertama:
#"Peran Industri Strategis Dalam Negeri untuk Kemandirian Indonesia"
Pembicara:
- Ir. MS. Hidayat, Menteri Perindustrian RI sbgt keynote speaker dgn tema 'Kemandirian Industri dan Teknologi Nasional'
- Dr. Ir. Adik Avianto Soedarsono, Direktur Utama Pindad
- Budi Santoso, Direktur Utama PT. DI *
- Ir. Ibnu Susilo (Ketua Asosiasi Industri Automotif Nusantara)

#"Mau Dibawa Ke Mana Industri Perkapalan Indonesia? "
Pembicara:
- Ir. Harsusanto, MM (Direktur Utama PT. PAL Surabaya)
- Oentoro Surya ( Direktur PT. Arpeni Pratama Ocean Line dan Mantan Ketum INSA-Indonesia National Shipowner Association 2005-2008)
- Ir. Hadi Tresna ( Dosen Teknik Perkapalan DTM UI dan Inventor Kapal Patah-Patah)

Hari kedua
#"Potensi Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Energi di Daerah"
Pembicara:
- Dr. Darwin Zahedy Saleh, Menteri ESDM RI *
- Ir. Luluk Sumiarso M.Sc (Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Konversi Energi Kementerian ESDM RI) *
- Prof. Ir. Rinaldi Dalimi M.Sc, Ph.D (anggota Dewan Energi Nasional)
- Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail (Walikota Depok)

#"Kemajuan Teknologi Eco Vehicle di Indonesia"
Pembicara:
- : Dr. Ir. Agus Pudji Prasetyono, M. Eng, Asisten Deputi Investasi Iptek, Deputi Bidang Sumber Daya Iptek, Kementerian Ristek RI
- Ir. Masrah Marang, MM (inventor mobil listrik Marlip dan Ketua Umum Masyarakat Transportasi Teknologi Listrik MATTRIK)
- Ir. Soehari Sargo, Pengamat Industri Otomotif

-->Tiket dapat dibeli di Lobby FTUI setiap harinya senin -jumat 09.00-19.00
atau dapat dipesan via sms dengan format : [nama]_[institusi]_[no seminar]
kirim ke 08179835920

*Competition

#Karya tulis mahasiswa (FINAL) " Solusi Strategis Permasalahan Transportasi Darat, Sebagai Upaya Mengakomodasi Kepadatan Penduduk Kota Besar di Indonesia"

#Creative Design (FINAL) "Desain Teknologi Pertanian Untuk Menyokong Peran Pertanian Menuju Indonesia Mandiri"

#Skilled Design " Make It Easier with AUTODESK"

#Photography competition (FINAL) "Human and technology"


*Bazaar & Expo

#Pameran Foto dari para finalis lomba fotografi Mechanical fair 2011

#Expo yang akan diisi oleh perusahaan perusahaan ternama di Indonesia

#Expo Hasil Karya dan Riset Mahasiswa Departemen Teknik mesin FTUI

# Bazaar makanan

*Donor Darah

#Donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan diadakan pada 2 Maret 2011 di FTUI yang juga akan dihadiri oleh Farid Husain ( Ketua Bidang Sosial Kesehatan dan Unit Donor Darah PMI Pusat )

*Uji Emisi Gratis

#Uji emisi gratis akan diselenggarakan pada tanggal 3-4 Maret 2011 di parkiran PSJ UI ,,untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di website kami www.mechanicalfairui.com


Akan ada doorprize bagi pengunjung bazaar dan expo setiap harinya....

for Further Information :

www.mechanicalfairui.com

Email : imm@mechanicalfairui.com

facebook : http://www.facebook.com/pages/Mechanical-Fair-2011/168233563222660

twitter : @mechfair2011

Contact Person :

Erick : 08121120000
Mario :081806774881

Rabu, 16 Februari 2011

Idealisme ; Fundamental dan Harus Dipahami

Di dunia ini ada beberapa ideologi yang telah mrbentuk karena melekat dengan semua orang dari berbagai jenis ras,suku ,dan bangsa. Banyak juga diantaranya merupakan ideologi yang termaktub karena faktor kepemimpinan dan pemerintahan disuatu negara. Hal tersebut mempengaruhi cara manusia-manusia tersebut dalam bertindak dan berperilaku meskipun tidak terlihat secara gamblang.Karena yang namanya ideologi mempengaruhi manusia secara makro dan global.
Secara umum dapat kita artikan bahwa ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Menurut Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18, ideologi “sains tentang ide”. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif,sebagai cara memandang segala sesuatu. Untuk lebih memahami ideologi-ideologi yang yang ada maka lebih baik kita bandingkan definisinya menurut beberapa sumber :

• Kamus Besar Bahasa Indonesa dalam Jaringan
ide•o•lo•gi /idéologi/ n 1 kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup
• Wikipedia Indonesia:
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah 'aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
• Destertt de Tracy:
Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu.
• Descartes:
Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.
• Machiavelli:
Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
• Thomas H:
Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
• Francis Bacon:
Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.
• Karl Marx:
Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
• Napoleon:
Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya.
• Muhammad Muhammad Ismail:
Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar, pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan mau kemana alam, manusia dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya.
• Dr. Hafidh Shaleh:
Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah), yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia.
• Taqiyuddin An-Nabhani:
Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu, fikrah dan thariqah.

Berdasarkan beberapa pemikiran para ahli tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa ideologi adalah konsepsi mendasar dimana segala ide bersandar yang berisi tentang visi dan misi tentang eksistensi manusia dan alam untuk waktu dulu,sekarang,dan masa depan. Jika kita telusuri lagi, maka di dunia ini hanya ada 3 ideologi pokok yaitu : Kapitalisme, Sosialisme dan Komunisme, dan Islam. Jika terkadang kita menemukan beberapa istilah baru tentang ideologi maka semua itu hanyalah turunan dan pengembangan dari 3 ideologi yang tersebut diatas.
Sekian dulu tulisan saya kali ini. Ditulisan selanjutnya akan kita bahas pengertian dan ciri-ciri ketiga ideologi tersebut.

Referensi :
Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan
Wikipedia Indonesia
http://pmiity.wordpress.com/