Selasa, 22 Juni 2010

Merokok ; Perlukah?

Sejarah peradaban umat manusia membuktikan bahwa “merokok” adalah sebuar produk budaya yang telah lama lahir.Manusia terawal yang diketahui sudah merokok adalah bangsa Indian di Amerika sana yang menggunakan rokok sebagai alat untuk memuja dewa atau ruh nenek moyang. Ketika bangsa Eropa datang ke Benua Amerika, mereka ikut berkumpul dan bersosialisasi dengan masyarakat pribumi. Kebiasaan merokok ikut mereka adopsi dan bawa pulang akibat dari interaksi itu. Setelah itu kebiasaan merokok menjalar keseantero Eropa sisusul oleh benua benua lainnya.

Tapi tahukah anda para pembaca yang budiman bahwa didalam sebatang rokok sesungguhnya terdapat kurang lebih 4000 zat - zat kimia dan 200 diantaranya dinyatakan berbahaya.Kandungan utama dari rokok yang telah dinyatakan berbahaya oleh kaum medis diantaranya tar, nikotin, dan karbon monoksida.

  • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
  • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru - paru yang mematikan.
  • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Walaupun sesemikian bahayanya, tetapi sangant sulit untuk berhinti merokok karena beberapa zat pada rokok telah memberikan efek candu kepada para penghisapnya. Memang tak dapat dipungkiri bahwa memang benar terdapat zat yang mampu membuat perokok menjadi lebih merasa rileks dan tenang tapi perlu kita camkan bahwa sesungguhnya kebiasaan merokok lebih kepada lifestyle daripada kebutuhan. Diluar sana masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kesenangan daripada meneruskan kebiasaan merokok.

Efek racun pada rokok membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung

Lalu bagaimana dengan perokok pasif ? Memang benar jika ada orang yang mengatakan perokok pasif memiliki resiko dan efek yang lebih besar daripada perokok pasif.Lalu apakah tidak sebaiknya semua orang merokok saja ? Sungguh cara berpikir yang dangkal kalu begitu. Sebaiknya semua pemkot dan pemda mulai memberlakukan peraturan tentang tempat merokok dan pelarangan merokok di tempat umum agar kebiasaan merokok secara tidak langsung dapat ditekan sekaligus menyelamatkan perokok pasif dari bahaya laten rokok tersebut.

Sandi Basandi Rang Minangkabau

Jika ditelusuri sampai sedalam - dalamnya, seteliti - telitinya, maka akan ditemukan sebuak dasar dari segala ajaran hidup orang - orang yang tinggal di tengah Pulau Andalas. Meraka para Minang tulen selalu menjunjung tinggi ajaran yang satu ini :

Adat basandi syarak,

Syarak basandi kitabullah.

Syarak mangato,

Adat mamakai.
Tak dapat dipungkiri, ajaran ini baru ada setelah sebuah perjanjian yang dibuat di Bukit Marapalam disyahkan. Jika dicermati lebih dalam, maka akan terasa sebuah makna yang dalam dan indah dari pernyataaan itu. Pilihan kata yang cerdas dan susunan kalimat yang anggun.

Jika kita jujur, diantara sekian banyak nama yang mendirikan republik ini, kehadiran cerdik - cendikia dari Minang tak dapat dipandang sebelah mata. Sebut saja Moh. Hata, Tan Malaka, Amir Syarifuddin dan masih banyak lagi. Mereka adalah orang orang terpilih yang datang dari suku bangsa yang lebih dahulu dikaruniai tuhan YME kemampuan bersastra tinggi di bumi Ibu pertiwi. Kecerdasan mereka tak perlu rasanya diuraikan lagi.Cukuplah karya dan kontribusi mereka bagi negara kita tercintalah yang bicara. Dari sinilah kita dapat memahami mengapa falsafah hidup yang agung itu dapat keluar dari suku ini. Mereka dengan latar sejarah, agama, dan kebudayaan yang dinamis selalu berpikiran terbuka dan luas.

Sebenarnya kalau kita pelajari lebih jauh, maka kita akan dapat melihat begitu banyak kosa kata bahasa Indonesia disumbang oleh sebuah suku minoritas ini. Seberapa besarkah pengaruh - pengaruh itu pada dunia sastra Indonesia saat ini? tunggu lanjutan tulisan saya di kesempatan yang akan datang!

Resensi Film ; A Beautiful Mind


Film yang dibintangi oleh Russell Crowe dan dibantu secara apikoleh aktor – aktor terkenal seperti Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, dan Paul Bettany ini telah memenangi Academy Award. Meskipun peluncuran film ini pada tahun 2001 silam, tapi keindahan alur ceritanya yang berbobot patut ditonton berulang kali.

Film ini bercerita tentang John Nash yang diperankan oleh Russel Crowe sebagai seorang matematikawan peraih nobel. Perjalanan hidupnya dehadang oleh sebuah penyakit psikologis yang disebut skizofrenia. Penyakit ini ditandai dengan gejala – gejala seperti hilangnya kemampuan bersosialisasi, menarik diri dari pergaulan, delusi(keyakinan yang salah), dan halusinasi.

Cerita dalam film ini disadur dari sebuah biografi karya Sylvia Nasar untuk mengenang matematikawan peraih nobel dari Bank Swedia dalam bidang ilmu ekonomi,Alfred Nobel John Nash. Dua jam waktu yang dikorbankan demi menonton film ini pasti tidak akan terbuang percuma karena alur penceritaan yang penuh semangat, gairah, dan menantang penonton untuk menebak kelanjutannya.Selamat menonton!

Feeling Lonely?

Kesepian oh Kesepian……..

Kesepian berakar dari kata dasar sepi yang berati sunyi, lengang, tidak ada kegiatan apa-apa, tidak ada apa-apa.Sedangkan kesepian diartikan sebagai keadaan atau kondisi sepi.(KBBI Online DEPDIKNAS RI).

Namun sekarang rasa kesepian yang akan kita bahas adalah kesepian yang berhubung dengan cinta. Perasaan kesepian biasanya melanda remaja yang menuju tahap akhir atau tahap dewasa awal. Hal ini dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Kesepian merupakan pengalaman subjektif. Seseorang dapat mengalami kesepian ketika sedang sendirian tanpa ada yang menemani namun juga dapat kesepian ketika berada dalam lingkungan yang ramai sekalipun. Ahmad Dhani pernah menulis lagu “Kosong” yang salah satu baris dari liriknya berbunyi “di dalam keramaian aku masih merasa sepi, sediri memikirkan kamu”. Sekarang anda pahamkan maksud saya?

Pada umumnya laki - laki dan perempuan mempunyai perbedaan dalam menilai makna kata dan rasa kesepian. Bagi kaum adam kesepian dinilai berdasarkan kuantitas dari hubungan sosial, sedangkan pihak hawa mengartikannya sebagai kurangnya kualitas dari suatu hubungan sosial.

Menurut Weiss, kesepian dapat dibedakan menjadi 2 kategori yaitu:

1). Kesepian emosional, tidak adanya kedekatan emosional yang intim, jadi meskipun seseorang sudah memiliki kekasih tetap saja dia bisa merasakan kesepian karena kurangnya kualitas hubungan.

2). Kesepian Sosial, tidak adanya hubungan sosial yang memadai. ini benar - benar kesepian yang paling sunyi.

Anda pernah kesepian? jangan khawatir, anda tidak sendirian. Ditengah zaman yang semakin individualis semakain banyak orang yang merasakan kesepian. Hubungan sosial yang hangat dan penuh keintiman sakarang digantikan dengan hubungan yang lebih bersifat ekonomis. Jadi mari menikmati sepi..!

Sebenarnya ada banyak cara untuk menikmati sepi. Rasa sepi bisa anda ubah menjadi perasaan bergairah untuk menutupi sepi.Dan pada akhirnya perasaan penuh semangat itu akan menjadikan ada menjadi semakin produktif dan kreatif. Inilah yang saya maksud dengan The Power of Lonelyness.Mulai ngaco ya?ha…ha…:razz:

Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra “Sebuah Profil Singkat dari Seorang Anggota Baru”

Berdiri di bawah naungan Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, adalah sebuah unit kegiatan yang bernama Orkes Simfoni Mahawaditra. Seperti namanya, unit kegiatan ini adalah sebuah unit kegiatan yang bergerak dalam bidang musik, khususnya orkestra. Unit kegiatan mahasiswa ini adalah UKM Orkestra yang tertua di Indonesia yang ada pada Universitas atau perguruan tinggi yang tidak memiliki jurusan musik. Nama Mahawaditra sendiri diberikan langsung oleh rektor UI yang saat itu menjabat, Nugroho Notosusanto. Maka sejak tanggal 11 Juni 83 Orkes Simfoni Mahawaditra resmi berdiri. Kata Mahawaditra adalah berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “maha” yang berarti agung dan “waditra” yang berarti suara.

Sejak pertama kali didirikan hingga sekarang telah banyak hal yang dilakukan Mahawaditra sebagai sebuah unit kegiatan mahasiswa. Musik ensambel, chamber orkestra, maupun orkes simfoni telah berkembang disana. Latihan pun secara rutin setiap minggunya selalu diaadakan. Latihan tersebut mencakup latihan kecakapan Mahawaditra sebagai sebuah kesatuan pemain – pemain musik maupun latihan perorangan demi penguasaan instrument. Latihan tersebut diarahkan oleh para alumni maupun pelatih yang didatangkan dari luar.

Setelah terbentuknya Mahawaditra, acara wisuda berbagai jenjang di UI baik itu diploma, sarjana, magister, maupun doktor selalu diiringi oleh alunan suara Mahawaditra dan tak lupa Paduan Suara massal mahasiswa baru yang telah menjadi tradisi di Universitas yang menyandang nama bangsa ini. Bahkan tradisi penerimaan mahasiswa baru dan wisuda sudah identik dengan bayangan pemain – pemain musik orkes simfoni Mahawaditra.

Orkestra merupakan sebuah group musik yang besar dan menampilkan musik instrumental meskipun sering juga sebuah orkestra mengiringi vocal atau suara manusia. Standarnya, sebuah orkestra terdiri dari :

Seksi string :
Violin (biola)
Viola (bila alto)
Violloncello
Kontra Bass

Seksi Woodwind :
Flute
Oboe
Klarinet
Bassoon

Seksi Brass :
French Horn
Trumpet
Trombone
Tuba

Seksi Perkusi :
Timpani

Selain alat musik yang tersebut diatas, sebuah orkestra juga sering menambahkan insrtumen – instrument lain seperti saxophone, cornet, euphonium, piccolo, cymbal, triangle, marimba, xylophone, dll.
Biasanya sebuah orkes simfoni dipimpim oleh seorang konduktor, namum hal ini bukanlah ketentuan mutlak. Orkes simfoni mahawaditra sendiri dipimpin oleh berbagai kondektur yang terus mengalami pergantian karena regenerasi yang secara alami dialaminnya.Diantara konduktor itu adalah Praharyawan Prabowo, Mario Djengki, Catur Kurniawan. Saat ini Mahawaditra sedang dikondekturi oleh Muhamad Dhani Iskadar atau biasa disapa anak-anak orkes dengan Mas Dhani.
Seperti organisasi pada umumnya, sebuah orkestra tidak akan dapat berjalan dengan mulus tanpa ada pengelolaan menajarial. Menajemen orkestra ini bertanggung jawab dalam urusan rumah tangga organisasi seperti mengurus pengelolaan latihan, pementasan, keanggotaan, relasi dengan pihak luar, keuangan dan lain sebagainya.
Selain mengurus aktivitas harian, anggota yang juga betindak sebagai pengurus juga ikut mengurus acara – acara yang diadakan oleh mahawaditra seperti pengelolaan panggung, publikasi, tempat pementasa, dekorasi, sound system, dan pengaturan acara. Pada saat ini Orkes simfoni Mahawaditra UI diketuai oleh Yusuf Sulistiawan atau akrab dipanggil “Ucup”.
Selain mengadakan pementasan, Mahawaditra secara rutin mengadakan Open recruitmen anggota baru setiap tahunnya. Pada acara open recruitmen ini setiap anggota baru akan diaudisi dengan berbagai tes seperti tes teori musik, solfegio(pengenalan nada), dan wawancara. Biasanya kegiatan ini diadakan pada semester gasal setiap tahunnya. Dancalon anggota yang lulus dari ketiga tes itulah yang nantinya akan meneruskan regenerasi di tubuh Mahawaditra seiring dengan kepergian anggota lama yang telah di wisuda. Namun ada suatu hal yang unik di Mahawaditra, meskipun terkadang anggotannya sudah lulus dan diwisuda, tapi meraka tetap dapat bermain di acara – acara yang diadakan OSUI dan berkontribusi melatih junior – juniornya yang baru ikut bergabung.
Setelah beberapa bulan bergabung dengan Mahawaditra, saya telah melewati beberapa acara yang diadakannya. Pertama kali, ikut open recruitment di Balai Mahasiswa FKUI Salemba. Diuji denga tiga materi test yaitu teori musik, sofegio ( pengenalan nada), dan wawancara. Setelah dinyantakan lulus, ternyata saya berkesempatan untuk mamainkan violloncello. Meskipun alat ini lumayan berat, namun saya pikir lumayanlah buat latihan angkat-angkat pengganti barbel.Masih untung tidak harus bawa kontra bass yang beratnya cukup untuk nimpukin orang sampai mampus.
Pertama kali dikenalkan dengan alat itu, saya cukup dibikin bingung untuk menentukan dimana saja letak nadanya pada fingerboard yang tidak ada fretnya itu. Belum lagi cara memegang bow untuk menggesek senarnya yang memang tidak mudak. Namun saya pikir cukup menantanglah untuk dipelajari. Pertemuan kedua, saya dibikin bingung karna langsung disuruh pelatihnya (mas Dhani) untuk main dalam orkes, memainkan lagu pula. Tapi untung saja orangnya bersahabat dan mau membimbing anggotanya dengan sabar.
Setelah itu ada acara Musik Senja yang kami beri tema The Beginnig of Harmony. Acara ina adalah sebuah pertunjukan musik yang dipanitiai oleh anggota baru angkatan 2009 sebagai sambutan atas kedatangan mereka. Acara tersebut berisi performance dari anggota baru, senior,dan alumni serta pengenalan orkes UI lebih jauh berikut rencana kegiatannya dimasa mendatang. Namun sayang sekali saya tidak bisa tampil memainkan cello karena memang masih newbie dengan alat yang satu ini. Tapi cukup menghiburlah sekaligus ajang perkenalan dengan para senior dan alumni.
Dan acara yang baru saja diadakan oleh mahawaditra adalah Home Concert yang di adakan dibalai sidang UI Depok. Cukup mengejutkan ternyata, karena penonton yang datang melebihi estimasi kami selaku panitia. Acara yang bertemakan an Enchanting Evening with Mahawaditra” berhasil membuat audience memberikan sebuah standing applouse di akhir pertunjukan, bahkan mereka meminta untuk membawakan lagu tersebut sekali lagi. Meskipun sebenarnya masih ada kekurangan disana sini, baik dari segi penampilan maupun pengaturan acara, tapi secara keseluruhan acara tersebut cukup memuaskan, penonton, panitia, maupun penampil pada acara itu.
Akan tetapi semua itu barulah awal perjalan saya bergabung dengan Mahawaditra. Masih ada hal – hal menyenangkan lain yang dapat saya pelajari dan nikmati. Memang tidak dapat saya pungkiri, saya cukup terlambat ikut Mahawaditra, baru ditahun ketiga saya berkuliah di UI.Hal itu karena ditahun sebelumnya saya disibukkan dengan Marching Band UI. Namun itu bukalah masalah. Never too late, itulah semboyan baru saya ketika bergabung dengan Orkes Simfoni UI. Masih ada banyak hal tentang musik dan cello yang dapat saya pelajari. Belum lagi keluarga baru yang akan menemani saya nanti. Selain itu kecakapan saya berorganisasi pun masih dapat diasah disini karena berbagai tanggung jawab menunggu kontribusi dari saya secara pribadi, sabagai anggota baru angkatan 2009, maupun sebagai kesatuan Orkes Simfoni Universitas Indonesia, Mahawaditra.

Jumat, 04 Juni 2010

Penentang Zaman*

Sejuk anginnya membelai kulit tipismu
Kadang dingin menusuk tulang dan tubuh renta
Kau bangun dengan semangat yang kembali membara
Tiada lelah kau berjuang menantang zaman

Sinarnya memelukmu penuh kehangatan
Dan kegelapan sirna dunia pun benderang
Tubuhmu ringkih tapi semangatmu bagai baja
Tiada lelah kau bejuang menentang zaman

Ku cinta hidup dan kehidupan
Slalu berbagi berbagi dalam kedamaian
Paginya yang segar penuh semangat
Tiada lelah dia menentang zaman

* sabenarnya penggallan ini adalah lirik dari lagu yang kucipta saat iseng2 memetik gitar dikosan, tidak tahu apakah ini bagus atw tidak, tp ku posting saja dari pada kelamaan mengendap di hardisk