Berdiri di bawah naungan Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, adalah sebuah unit kegiatan yang bernama Orkes Simfoni Mahawaditra. Seperti namanya, unit kegiatan ini adalah sebuah unit kegiatan yang bergerak dalam bidang musik, khususnya orkestra. Unit kegiatan mahasiswa ini adalah UKM Orkestra yang tertua di Indonesia yang ada pada Universitas atau perguruan tinggi yang tidak memiliki jurusan musik. Nama Mahawaditra sendiri diberikan langsung oleh rektor UI yang saat itu menjabat, Nugroho Notosusanto. Maka sejak tanggal 11 Juni 83 Orkes Simfoni Mahawaditra resmi berdiri. Kata Mahawaditra adalah berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “maha” yang berarti agung dan “waditra” yang berarti suara.
Sejak pertama kali didirikan hingga sekarang telah banyak hal yang dilakukan Mahawaditra sebagai sebuah unit kegiatan mahasiswa. Musik ensambel, chamber orkestra, maupun orkes simfoni telah berkembang disana. Latihan pun secara rutin setiap minggunya selalu diaadakan. Latihan tersebut mencakup latihan kecakapan Mahawaditra sebagai sebuah kesatuan pemain – pemain musik maupun latihan perorangan demi penguasaan instrument. Latihan tersebut diarahkan oleh para alumni maupun pelatih yang didatangkan dari luar.
Setelah terbentuknya Mahawaditra, acara wisuda berbagai jenjang di UI baik itu diploma, sarjana, magister, maupun doktor selalu diiringi oleh alunan suara Mahawaditra dan tak lupa Paduan Suara massal mahasiswa baru yang telah menjadi tradisi di Universitas yang menyandang nama bangsa ini. Bahkan tradisi penerimaan mahasiswa baru dan wisuda sudah identik dengan bayangan pemain – pemain musik orkes simfoni Mahawaditra.
Orkestra merupakan sebuah group musik yang besar dan menampilkan musik instrumental meskipun sering juga sebuah orkestra mengiringi vocal atau suara manusia. Standarnya, sebuah orkestra terdiri dari :
Seksi string :
Violin (biola)
Viola (bila alto)
Violloncello
Kontra Bass
Seksi Woodwind :
Flute
Oboe
Klarinet
Bassoon
Seksi Brass :
French Horn
Trumpet
Trombone
Tuba
Seksi Perkusi :
Timpani
Selain alat musik yang tersebut diatas, sebuah orkestra juga sering menambahkan insrtumen – instrument lain seperti saxophone, cornet, euphonium, piccolo, cymbal, triangle, marimba, xylophone, dll.
Biasanya sebuah orkes simfoni dipimpim oleh seorang konduktor, namum hal ini bukanlah ketentuan mutlak. Orkes simfoni mahawaditra sendiri dipimpin oleh berbagai kondektur yang terus mengalami pergantian karena regenerasi yang secara alami dialaminnya.Diantara konduktor itu adalah Praharyawan Prabowo, Mario Djengki, Catur Kurniawan. Saat ini Mahawaditra sedang dikondekturi oleh Muhamad Dhani Iskadar atau biasa disapa anak-anak orkes dengan Mas Dhani.
Seperti organisasi pada umumnya, sebuah orkestra tidak akan dapat berjalan dengan mulus tanpa ada pengelolaan menajarial. Menajemen orkestra ini bertanggung jawab dalam urusan rumah tangga organisasi seperti mengurus pengelolaan latihan, pementasan, keanggotaan, relasi dengan pihak luar, keuangan dan lain sebagainya.
Selain mengurus aktivitas harian, anggota yang juga betindak sebagai pengurus juga ikut mengurus acara – acara yang diadakan oleh mahawaditra seperti pengelolaan panggung, publikasi, tempat pementasa, dekorasi, sound system, dan pengaturan acara. Pada saat ini Orkes simfoni Mahawaditra UI diketuai oleh Yusuf Sulistiawan atau akrab dipanggil “Ucup”.
Selain mengadakan pementasan, Mahawaditra secara rutin mengadakan Open recruitmen anggota baru setiap tahunnya. Pada acara open recruitmen ini setiap anggota baru akan diaudisi dengan berbagai tes seperti tes teori musik, solfegio(pengenalan nada), dan wawancara. Biasanya kegiatan ini diadakan pada semester gasal setiap tahunnya. Dancalon anggota yang lulus dari ketiga tes itulah yang nantinya akan meneruskan regenerasi di tubuh Mahawaditra seiring dengan kepergian anggota lama yang telah di wisuda. Namun ada suatu hal yang unik di Mahawaditra, meskipun terkadang anggotannya sudah lulus dan diwisuda, tapi meraka tetap dapat bermain di acara – acara yang diadakan OSUI dan berkontribusi melatih junior – juniornya yang baru ikut bergabung.
Setelah beberapa bulan bergabung dengan Mahawaditra, saya telah melewati beberapa acara yang diadakannya. Pertama kali, ikut open recruitment di Balai Mahasiswa FKUI Salemba. Diuji denga tiga materi test yaitu teori musik, sofegio ( pengenalan nada), dan wawancara. Setelah dinyantakan lulus, ternyata saya berkesempatan untuk mamainkan violloncello. Meskipun alat ini lumayan berat, namun saya pikir lumayanlah buat latihan angkat-angkat pengganti barbel.Masih untung tidak harus bawa kontra bass yang beratnya cukup untuk nimpukin orang sampai mampus.
Pertama kali dikenalkan dengan alat itu, saya cukup dibikin bingung untuk menentukan dimana saja letak nadanya pada fingerboard yang tidak ada fretnya itu. Belum lagi cara memegang bow untuk menggesek senarnya yang memang tidak mudak. Namun saya pikir cukup menantanglah untuk dipelajari. Pertemuan kedua, saya dibikin bingung karna langsung disuruh pelatihnya (mas Dhani) untuk main dalam orkes, memainkan lagu pula. Tapi untung saja orangnya bersahabat dan mau membimbing anggotanya dengan sabar.
Setelah itu ada acara Musik Senja yang kami beri tema The Beginnig of Harmony. Acara ina adalah sebuah pertunjukan musik yang dipanitiai oleh anggota baru angkatan 2009 sebagai sambutan atas kedatangan mereka. Acara tersebut berisi performance dari anggota baru, senior,dan alumni serta pengenalan orkes UI lebih jauh berikut rencana kegiatannya dimasa mendatang. Namun sayang sekali saya tidak bisa tampil memainkan cello karena memang masih newbie dengan alat yang satu ini. Tapi cukup menghiburlah sekaligus ajang perkenalan dengan para senior dan alumni.
Dan acara yang baru saja diadakan oleh mahawaditra adalah Home Concert yang di adakan dibalai sidang UI Depok. Cukup mengejutkan ternyata, karena penonton yang datang melebihi estimasi kami selaku panitia. Acara yang bertemakan an Enchanting Evening with Mahawaditra” berhasil membuat audience memberikan sebuah standing applouse di akhir pertunjukan, bahkan mereka meminta untuk membawakan lagu tersebut sekali lagi. Meskipun sebenarnya masih ada kekurangan disana sini, baik dari segi penampilan maupun pengaturan acara, tapi secara keseluruhan acara tersebut cukup memuaskan, penonton, panitia, maupun penampil pada acara itu.
Akan tetapi semua itu barulah awal perjalan saya bergabung dengan Mahawaditra. Masih ada hal – hal menyenangkan lain yang dapat saya pelajari dan nikmati. Memang tidak dapat saya pungkiri, saya cukup terlambat ikut Mahawaditra, baru ditahun ketiga saya berkuliah di UI.Hal itu karena ditahun sebelumnya saya disibukkan dengan Marching Band UI. Namun itu bukalah masalah. Never too late, itulah semboyan baru saya ketika bergabung dengan Orkes Simfoni UI. Masih ada banyak hal tentang musik dan cello yang dapat saya pelajari. Belum lagi keluarga baru yang akan menemani saya nanti. Selain itu kecakapan saya berorganisasi pun masih dapat diasah disini karena berbagai tanggung jawab menunggu kontribusi dari saya secara pribadi, sabagai anggota baru angkatan 2009, maupun sebagai kesatuan Orkes Simfoni Universitas Indonesia, Mahawaditra.